Daftar Isi [Tampil]
Cetak Saring | Kali ini admin akan membagikan materi tentang bahan, alat dan teknik cetak saring dalam pembelajaran seni grafis. Semoga materi yang admin bagikan ini dapat membantu anak didik dalam mencari referensi pembelajaran tentang bahan, alat, dan teknik cetak saring. Dan harapannya materi yang admin bagikan ini dapat memberikan dampak positif yang baik bagi perkembangan anak didik di sekolah. Selamat belajar dan semoga sukses.
Salah satu cabang dari seni grafis disebut cetak saring atau screen printing. Cetak saring dalam istilah yang lazim disebut juga sablon. Sablon merupakan karya seni grafis yang di proses pembuatannya menggunakan media kain saring yang disebut screen. Melalui kain saring tersebut, tinta atau cat sablon tercetak membentuk gambar atau desain yang dikehendaki.
Berbagai jenis barang dagangan dapat dikerjakan melalui usaha sablon, baik usaha perseorangan maupun kelompok. Contohnya kartu nama, kartu undangan, kartu ucapan selamat hari raya, stiker, kaos olahraga, seragam, atribut sekolah, spanduk, poster, berbagai kebutuhan rumah tangga, serta usaha-usaha berskala kecil hingga pabrik-pabrik besar.
Selain itu pembuatan berbagai benda pakai, sablon dapat juga dipergunakan untuk pembuatan benda hias. Contohnya kain bermotif batik, hiasan pada sarung bantal, hiasan pada pakaian, dan gambar atau lukisan.
Media dalam cetak saring adalah bahan, alat, dan teknik yang dipergunakan dalam pembuatan cetak saring. Adapun bahan-bahan yang dipergunakan untuk pembuatan cetak saring berupa kain saring (screen) yang sudah dibingkai, mika film atau kertas kalkir, bahan afdruk dan penghapus, tinta atau cat sablon.
1. Kain saring
Kain saring atau screen merupakan bahan yang terbuat dari nilon. Untuk kegiatan mencetak , kain saring dibentangkan terlebih dahulu pada bingkai kayu. Kain saring berwarna putih dan memiliki berbagai macam ukuran ketebalan dan kerapatan anyaman benangnya. Untuk kain saring yang paling ringan diberi tanda S, sedangkan yang berat atau tebal diberi tanda T. Misalnya, kain sarung T 120 artinya kain tebal dengan jumlah anyaman benang sebanyak 120/cm.
2. Mika film
Mika film digunakan untuk membuat desain atau gambar yang dikehendaki. Selain mika film, bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat desain atau gambar adalah kertas kalkir. Desain atau gambar pada mika film atau kertas kalkir digunakan pada saat proses ardruk. Pembuatan desain atau gambar pada mika film dapat menggunakan tinta gambar hitam. Adapun pada kertas kalkir, dapat digunakan tinta gambar hitam atau tinta printer hitam yang kering.
Selain itu pembuatan berbagai benda pakai, sablon dapat juga dipergunakan untuk pembuatan benda hias. Contohnya kain bermotif batik, hiasan pada sarung bantal, hiasan pada pakaian, dan gambar atau lukisan.
Media dalam cetak saring adalah bahan, alat, dan teknik yang dipergunakan dalam pembuatan cetak saring. Adapun bahan-bahan yang dipergunakan untuk pembuatan cetak saring berupa kain saring (screen) yang sudah dibingkai, mika film atau kertas kalkir, bahan afdruk dan penghapus, tinta atau cat sablon.
1. Kain saring
Kain saring atau screen merupakan bahan yang terbuat dari nilon. Untuk kegiatan mencetak , kain saring dibentangkan terlebih dahulu pada bingkai kayu. Kain saring berwarna putih dan memiliki berbagai macam ukuran ketebalan dan kerapatan anyaman benangnya. Untuk kain saring yang paling ringan diberi tanda S, sedangkan yang berat atau tebal diberi tanda T. Misalnya, kain sarung T 120 artinya kain tebal dengan jumlah anyaman benang sebanyak 120/cm.
2. Mika film
Mika film digunakan untuk membuat desain atau gambar yang dikehendaki. Selain mika film, bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat desain atau gambar adalah kertas kalkir. Desain atau gambar pada mika film atau kertas kalkir digunakan pada saat proses ardruk. Pembuatan desain atau gambar pada mika film dapat menggunakan tinta gambar hitam. Adapun pada kertas kalkir, dapat digunakan tinta gambar hitam atau tinta printer hitam yang kering.
